Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi melalui pengalaman belajar di luar kampus. Artikel ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan menganalisis pelaksanaan program asistensi mengajar selama 4 bulan di SMAN 1 Labuapi. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup tiga aspek utama: intrakurikuler (penyusunan perangkat ajar, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi), ekstrakurikuler (pembinaan PMR dan kolaborasi dengan OSIS), serta wawasan wiyata mandala (kegiatan rutin sekolah dan program apotik hidup). Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif dan dokumentasi kegiatan selama periode asistensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program asistensi mengajar memberikan pengalaman nyata dalam mengintegrasikan teori pendidikan dengan praktik di lapangan, mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Program apotik hidup sebagai inovasi memberikan kontribusi terhadap pendidikan lingkungan dan kesehatan di sekolah. Kesimpulannya, program asistensi mengajar melalui MBKM efektif dalam mempersiapkan calon pendidik yang kompeten dan adaptif terhadap dinamika pendidikan.
Copyrights © 2026