Advances in information technology require students to have adequate digital literacy to face the challenges of the Industrial Revolution 4.0, but the facts show a competency gap among early-year students. This study aims to analyze the digital literacy level of Science Education students in the first, third, and fifth semesters of Gorontalo State University based on the dimensions of digital competence, culture, ethics, and security. The method applied is descriptive quantitative through the distribution of structured questionnaires to seventy-two respondents. The research stages include data collection, organization, processing, and descriptive analysis using performance level classification. The research findings indicate that overall, students' digital literacy skills are in the very good category. In detail, quantitative achievement in the digital media competence dimension is 82.64%, the digital culture dimension reaches 96.12%, the digital ethics dimension is 97.2%, and the digital security dimension reaches 96.27%. Although the ethics and security dimensions show the highest scores, students in the early semesters still have deficiencies in technical skills in operating certain application features. The main conclusion of the study confirms that students have a high awareness in implementing Pancasila values and ethical governance in the digital environment. Continuous improvement of technical guidance is still needed so that mastery of hardware and software can support students' academic effectiveness optimally in the future through the integration of a more targeted and systematic technology-based curriculum. ABSTRAKKemajuan teknologi informasi menuntut mahasiswa memiliki literasi digital mumpuni guna menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, namun fakta menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi pada mahasiswa tingkat awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Negeri Gorontalo semester satu, tiga, dan lima berdasarkan dimensi cakap, budaya, etika, serta keamanan digital. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif melalui penyebaran angket terstruktur kepada tujuh puluh dua responden. Tahapan penelitian mencakup pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, hingga analisis deskriptif menggunakan klasifikasi tingkat kinerja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kemampuan literasi digital mahasiswa berada pada kategori sangat baik. Secara terperinci, capaian kuantitatif pada dimensi cakap bermedia digital sebesar 82,64%, dimensi budaya digital mencapai 96,12%, dimensi etika digital sebesar 97,2%, dan dimensi keamanan digital mencapai 96,27%. Meskipun dimensi etika dan keamanan menunjukkan skor tertinggi, mahasiswa pada semester awal masih memiliki kekurangan dalam kecakapan teknis pengoperasian fitur aplikasi tertentu. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa mahasiswa telah memiliki kesadaran tinggi dalam menerapkan nilai Pancasila dan tata kelola etika dalam lingkungan digital. Peningkatan bimbingan teknis secara berkelanjutan tetap diperlukan agar penguasaan perangkat keras maupun perangkat lunak dapat mendukung efektivitas akademik mahasiswa secara optimal di masa depan melalui integrasi kurikulum berbasis teknologi yang lebih terarah dan sistematis.
Copyrights © 2026