LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Vol. 6 No. 2 (2026)

PERAN GROWTH MINDSET TERHADAP ACADEMIC BURNOUT PADA SISWA SMA

Laskhmi, Putu Aninditha Veera (Unknown)
Setiyanti, Kornelia Erista (Unknown)
Gunawan, Johanes Marcell (Unknown)
Tanzil, Abigail Theodora (Unknown)
Sonata, Shella (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 Mar 2026

Abstract

The high curriculum pressure at the senior high school level in Indonesia often triggers the phenomenon of academic fatigue, which negatively impacts students' psychological well-being. The focus of this study is to examine how the role of a growth mindset can mitigate academic burnout syndrome, which includes aspects of emotional exhaustion, cynicism, and the emergence of feelings of inadequacy as a student. This study used a quantitative approach with a simple linear regression method on a sample of 349 students in Bogor selected using quota sampling techniques. The systematic research stages included data collection using the Dweck Adaptive Mindset Scale and the School Fatigue Questionnaire, followed by a series of normality and linearity assumption tests before hypothesis analysis was conducted. The results of the quantitative data analysis showed that the regression model was highly significant with a statistical value of F = 34.571 (p < 0.05). The research findings revealed that a growth mindset has a negative and significant influence on academic fatigue (β = -0.301; p < 0.05), meaning that the stronger an individual's belief that abilities can be improved through effort, the lower the level of academic fatigue experienced. This mindset variable provided an effective contribution of 9.1%, while the rest was influenced by other external factors. The main conclusion emphasizes that internalizing a growth mindset is crucial as a preventive strategy to build mental resilience and maintain students' learning motivation more optimally. ABSTRAK Tingginya tekanan kurikulum pada jenjang pendidikan sekolah menengah atas di Indonesia sering kali memicu fenomena kelelahan belajar yang berdampak buruk pada kesejahteraan psikologis para siswa. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana peran pola pikir berkembang mampu memitigasi sindrom kelelahan akademik yang meliputi aspek kelelahan emosional, sikap sinis, serta munculnya rasa ketidakmampuan diri sebagai pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana terhadap sampel sebanyak 349 siswa di Bogor yang dipilih menggunakan teknik kuota sampling. Tahapan penelitian secara sistematis meliputi pengumpulan data menggunakan skala pola pikir adaptasi Dweck serta kuesioner kelelahan sekolah, yang dilanjutkan dengan serangkaian uji asumsi normalitas serta linearitas sebelum analisis hipotesis dilakukan. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa model regresi terbukti sangat signifikan dengan nilai statistik F = 34,571 (p < 0,05). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pola pikir berkembang memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kelelahan akademik (β = -0,301; p < 0,05), bermakna bahwa semakin kuat keyakinan individu bahwa kemampuan dapat ditingkatkan melalui usaha, maka semakin rendah tingkat kelelahan akademik yang dialami. Variabel pola pikir ini memberikan sumbangan efektif sebesar 9,1%, sementara sisanya dipengaruhi faktor eksternal lain. Simpulan utama menegaskan internalisasi pola pikir berkembang tersebut sangat krusial sebagai strategi preventif membangun ketahanan mental dan memelihara motivasi belajar siswa secara lebih optimal.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

learning

Publisher

Subject

Education

Description

LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan ...