Program pengabdian masyarakat melalui Peruri Entrepreneur Academy (PEDIA) bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan kapasitas pencatatan transaksi UMKM binaan Perum Peruri, dengan fokus pada permasalahan klasik yaitu pencampuran harta pribadi dan usaha. Peserta dibekali pemahaman akuntansi dasar, mulai dari konsep akun hingga penyusunan laporan keuangan terintegrasi seperti neraca dan laporan laba rugi. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan empiris bahwa sebagian besar UMKM di Indonesia belum memiliki sistem pencatatan standar dan sering mencampuradukkan keuangan pribadi dengan usaha. Metode pelatihan menggunakan kerangka Experiential Learning Kolb (Kolb DA, 1984.) melalui empat tahap: pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif. Program dilaksanakan secara daring selama 12 minggu (3 bulan) dengan frekuensi satu kali pertemuan per minggu berdurasi 1,5 jam, total 18 jam. Setiap sesi terdiri atas penyampaian teori (30 menit), praktik studi kasus bisnis peserta (45 menit), serta diskusi dan tanya jawab (15 menit). Materi disusun progresif dari pengenalan akuntansi, pemahaman akun, neraca, laba rugi, pencatatan jurnal khusus, hingga integrasi laporan keuangan lengkap. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan. Pemahaman tujuan pencatatan transaksi naik dari 9,6% (Pre-Test) menjadi 80,6% (Post-Test). Pengetahuan laporan posisi keuangan meningkat dari 9,6% menjadi 87%. Dalam praktik, 25 dari 31 peserta (lebih dari 80%) berhasil menyusun neraca dengan baik. Program ini juga mengubah persepsi peserta, dari anggapan “uang masuk ke kantong adalah milik pribadi” menjadi kesadaran pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Implementation of Experiential Learning Method in Training on Transaction Recording for MSMEs Assisted by Perum Peruri Abstract This community service program aimed to strengthen financial literacy and transaction recording capacity among MSMEs assisted by Perum Peruri through the Peruri Entrepreneur Academy (PEDIA). The initiative addressed a common challenge faced by entrepreneurs: mixing personal and business finances. To overcome this, participants were introduced to fundamental accounting concepts, from accounts to preparing integrated financial statements such as balance sheets and income statements. The program responded to the reality that most MSMEs in Indonesia lack standardized recording systems and often combine personal and business funds.Training applied Kolb’s Experiential Learning framework (1984), implemented through four stages: Concrete Experience, Reflective Observation, Abstract Conceptualization, and Active Experimentation. Conducted fully online over three months (12 weeks), each weekly session lasted 1.5 hours, totaling 18 hours. Materials progressed from basic to advanced, covering accounting introduction, accounts, balance sheets, income statements, journal entries, and integrated reporting. Evaluation showed significant improvement. Correct answers on the purpose of financial recording rose from 9.6% (Pre-Test) to 80.6% (Post-Test). Over 80% of participants successfully prepared balance sheets, and perceptions shifted toward recognizing the importance of separating personal and business finances.
Copyrights © 2026