Tumbuhan obat merupakan sumber senyawa bioaktif yang berperan penting dalam pengembangan terapi berbasis bahan alam. Penggunaan tanaman sebagai obat tradisional terus meningkat secara global karena dianggap lebih aman, mudah diperoleh, serta memiliki potensi efek samping yang relatif lebih rendah dibandingkan obat sintetis. Tanaman diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, alkaloid, dan saponin yang memiliki aktivitas biologis sebagai antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, dan antidiabetik. Kratok (Phaseolus lunatus L.) merupakan tanaman leguminosa yang umumnya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, namun bagian daunnya berpotensi sebagai sumber senyawa fitokimia yang memiliki aktivitas biologis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kandungan fitokimia serta aktivitas biologis daun kratok berdasarkan kajian literatur ilmiah. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelusuri artikel ilmiah dari berbagai database seperti Google Scholar menggunakan kata kunci terkait Phaseolus lunatus, phytochemical, dan antioxidant activity. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun kratok mengandung flavonoid, fenolik, alkaloid, tanin, dan saponin dengan aktivitas antioksidan yang kuat berdasarkan metode DPPH, ABTS, FRAP, dan TBARS. Kandungan senyawa polifenol pada daun kratok diketahui berperan sebagai penangkap radikal bebas sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami dan kandidat fitofarmaka.
Copyrights © 2026