Penelitian ini bertujuan untuk membangun pemahaman secara konseptual tentang bagaimana minat belajar siswa terbentuk melalui penggunaan media Augmented Reality. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya minat belajar siswa dalam mata pelajaran IPAS, khususnya pada materi organ pencernaan manusia. Kurangnya guru dalam menggunakan media pembelajaran interaktif dapat menyebabkan siswa mudah bosan dan kurang fokus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Grounded Theory. Subjek penelitian terdiri dari guru dan siswa kelas V SDN Plandi 1 Jombang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media Augmented Reality mendapat respon positif dari siswa, ditandai dengan meningkatnya ketertarikan, antusiasme, dan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Visualisasi tiga dimensi pada media Augmented Reality juga membantu siswa memahami materi yang bersifat abstrak dengan lebih mudah. Meskipun terdapat perbedaan tingkat keaktifan antarsiswa dan beberapa kendala teknis lainnya, seperti kesulitan dalam pengoperasian aplikasi, keterbatasan perangkat smartphone dan keterbatasan jaringan internet. Secara umum, media Augmented Reality efektif digunakan untuk meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar dan dapat digunakan sebagai alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif.
Copyrights © 2026