Sistem integrasi antara komoditas ternak dan tanaman menjadi pendekatan yang menjanjikan dalam menciptakan pertanian berkelanjutan dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan sistem integrasi sapi dan kacang tanah di Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi lapangan, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem integrasi ini memiliki sejumlah kekuatan pada keterampilan petani yang memadai , kesuburan tanah yang mendukung, dan akses terhadap modal serta kemitraan. Akan tetapi, sistem ini masih memiliki beberapa kelemahan seperti kurangnya pemahaman teknis, infrastruktur yang terbatas, dan rendahnya akses teknologi pertanian. Peluang pengembangan tersedia dalam bentuk dukungan kebijakan pemerintah, meningkatnya permintaan pasar, serta kemajuan teknologi tersedia untuk dikembangkan. Ancaman utama yang dihadapi perubahan iklim, serangan penyakit hewan, dan fluktuasi harga pasar. Oleh karena itu, diperlukan strategi kolaboratif untuk mengoptimalkan kekuatan dan peluang serta mengatasi kelemahan dan ancaman tersebut. Sistem integrasi ini dapat menjadi model pembangunan pertanian yang berkelanjutan di wilayah pedesaan. Kata kunci: integrasi ternak-tanaman, kacang tanah, sapi potong, SWOT, pertanian berkelanjutan
Copyrights © 2026