Di era transformasi digital saat ini, keterampilan literasi informasi dan ekspresi tulis ilmiah menjadi kompetensi krusial bagi siswa; di mana integrasi teknologi dalam pengajaran bahasa dipandang sebagai strategi kreatif dan efektif untuk mengasah kemampuan berpikir kritis tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan akses teknologi yang memengaruhi kualitas karya ilmiah siswa. Selama ini, penelitian lebih banyak berfokus pada literasi baca-tulis umum, namun evaluasi ini secara khusus membedah dampak literasi digital terhadap kemampuan menulis laporan praktikum serta pengaruhnya pada pengembangan aspek kognitif dan psikomotorik siswa dalam mengolah data menjadi narasi ilmiah. Tujuan utama penelitian adalah mengevaluasi perbedaan kualitas bahasa ilmiah dan penguasaan digital antara siswa di wilayah urban dan rural. Metode yang digunakan adalah studi komparatif dengan desain survei melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis laporan dan kuesioner literasi digital, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak positif signifikan dari frekuensi akses digital terhadap struktur logika dan kedalaman analisis laporan pada siswa urban, sementara variabel ketersediaan perangkat menjadi faktor penghambat utama di wilayah rural. Menariknya, ditemukan bahwa motivasi belajar tidak terlalu dipengaruhi oleh latar belakang geografis, melainkan oleh kualitas pendampingan guru. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pemerataan distribusi media literasi sangat diperlukan guna menjamin standar kualitas bahasa ilmiah siswa yang inklusif. Implikasinya, kebijakan pendidikan harus memprioritaskan infrastruktur digital di pedesaan untuk meminimalisir ketimpangan kompetensi lulusan.
Copyrights © 2025