Kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika sering kali berakar pada kegagalan linguistik dibandingkan kegagalan numerik, di mana kendala bahasa menjadi penghambat utama dalam memahami instruksi logika. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi pembelajaran bahasa melalui identifikasi hambatan penguasaan kosakata akademik siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika, khususnya pada materi aljabar. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik tes diagnostik dan wawancara klinis terhadap 30 siswa SMP untuk membedah proses dekonstruksi bahasa pada soal. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang signifikan bahwa 65% kegagalan siswa disebabkan oleh ketidaktahuan arti kata kunci fungsional dalam instruksi matematika, bukan karena ketidakmampuan menghitung. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penguasaan kosakata akademik merupakan fondasi krusial dalam literasi numerasi. Implikasinya, diperlukan integrasi strategi literasi bahasa yang eksplisit dalam pembelajaran matematika untuk meminimalisir misinterpretasi soal dan meningkatkan performa akademik siswa. Temuan ini merekomendasikan adanya kolaborasi lintas disiplin antara pengajaran bahasa dan matematika guna menciptakan jembatan pemahaman yang lebih efektif bagi siswa di tingkat sekolah menengah.
Copyrights © 2024