The course on Fares and Travel Documents is a core course in vocational tourism education that equips students with ticket reservation and travel document management skills in line with the needs of the travel agency industry. However, the conventional learning process has resulted in suboptimal student engagement and understanding of technical material. This study aims to develop an interactive teaching module as a learning innovation to improve the effectiveness of the learning process in the Fare and Passage Documents course. This study uses a teaching material development approach through the stages of needs analysis, Semester Learning Plan analysis, outline design, interactive content development, and validation through discussions with lecturers. The results show that the developed interactive module has a feasibility level of 83% in material expert validation and 83% in module/media expert validation with a feasible category after revision. The interactive module is declared feasible for use as teaching material to support student independent learning, improve material accessibility, and assist lecturers in delivering material in a structured manner. ABSTRAK Mata kuliah Tarif dan Dokumen Pasasi merupakan mata kuliah inti dalam pendidikan vokasi perjalanan wisata yang berperan dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi reservasi tiket dan pengelolaan dokumen perjalanan sesuai kebutuhan industri biro perjalanan. Namun, proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional menyebabkan keterlibatan mahasiswa dan pemahaman materi teknis belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar interaktif sebagai inovasi pembelajaran guna meningkatkan efektivitas proses pembelajaran pada matakulia Tarif dan Dokumen Pasasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan bahan ajar melalui tahapan anĂ¡lisis kebutuhan, anĂ¡lisis Rencana Pembelajaran Semester (RPS), perancangan outline, penyusunan konten interaktif, serta validasi melalui diskusi dengan dosen pengampu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul interaktif yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan sebesar 83% pada validasi ahli materi dan 83% pada validasi ahli modul/media dengan kategori layak setelah revisi. Modul interaktif dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung pembelajaran mandiri mahasiswa, meningkatkan aksesibilitas materi, serta membantu dosen dalam menyampaikan materi secara terstruktur.
Copyrights © 2026