Pesatnya perkembangan teknologi finansial saat ini menciptakan tantangan besar bagi remaja yang cenderung impulsif dalam berbelanja. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat bertema "Literasi Keuangan Cerdas di Kalangan Remaja" ini ditujukan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan manajemen uang yang aplikatif dan berkelanjutan. Kurangnya edukasi formal mengenai keuangan sering kali membuat remaja terjebak dalam lingkaran konsumerisme akibat pengaruh gaya hidup di media sosial yang masif. Kegiatan ini menggunakan metode pendampingan intensif melalui simulasi interaktif dan diskusi kelompok. Peserta diajarkan teknik penganggaran praktis menggunakan prinsip alokasi dana: 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan atau investasi masa depan. Selain itu, aspek keamanan digital ditekankan guna melindungi peserta dari ancaman penipuan daring, pencurian identitas, serta skema pinjaman ilegal yang merugikan. Hasil kegiatan ini menunjukkan perubahan signifikan pada pola pikir dan perilaku peserta. Sebanyak 90% peserta kini mampu menetapkan target finansial jangka pendek dan mulai mengurangi pengeluaran nonesensial secara disiplin. Peserta tidak lagi memandang uang sekadar sebagai alat tukar untuk kesenangan sesaat, tetapi sebagai instrumen penting untuk pertumbuhan masa depan. Melalui penguatan literasi ini, diharapkan remaja dapat menjadi aktor ekonomi yang cerdas dan bertanggung jawab di tengah kompleksitas dunia digital.
Copyrights © 2026