Kondisi kegawatdaruratan akibat bencana maupun penyakit sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun komunitas. Penanganan yang cepat dan tepat dalam situasi darurat, baik sebelum maupun sesudah bencana, merupakan bagian penting dari upaya mitigasi untuk mengurangi risiko kecacatan dan kematian. Salah satu wilayah rawan banjir di Kota Bandung adalah daerah yang dilalui Sungai Cikapundung, yaitu RW 10 Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal. Karang Taruna sebagai kelompok pemuda memiliki potensi besar dalam menyebarluaskan informasi dan keterampilan mitigasi bencana. Namun, hasil kajian situasi menunjukkan bahwa komunitas ini belum pernah mendapatkan penyuluhan terkait kegawatdaruratan, sehingga pemahaman mereka masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan Karang Taruna dalam menghadapi bencana, khususnya banjir. Metode yang digunakan meliputi edukasi, sosialisasi, demonstrasi, dan simulasi. Tahapan kegiatan mencakup pelatihan peran Karang Taruna saat bencana, penanganan kegawatdaruratan seperti Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta simulasi evakuasi banjir. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kesiapsiagaan dan resiliensi, dengan rata-rata peningkatan kemampuan sebesar 50,75% dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,000, menandakan perubahan signifikan sebelum dan sesudah pelatihan. Kegiatan ini menghasilkan kader siaga yang mampu menerapkan strategi mitigasi dan penanggulangan bencana, serta membentuk kemandirian komunitas dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Luaran kegiatan meliputi video pembelajaran RJP, poster mitigasi, publikasi ilmiah, media massa, dan dokumentasi video. Program ini didanai oleh hibah pengabdian kepada masyarakat dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025. Kata Kunci: Mitigasi bencana, Kegawat daruratan, Resiliensi, karang taruna
Copyrights © 2026