Pengering hybrid yang digunakan dalam penelitian ini memanfaatkan sumber panas dari pemanas listrik berbasis energi mikrohidro (PLTMH) dan tungku biomassa menggunakan limbah kayu jati. Penelitian bertujuan mengevaluasi kinerja pengeringan biji kakao dengan sistem hybrid. Metode penelitian meliputi pengukuran temperatur udara masuk dan keluar, kecepatan aliran udara, massa biji kakao, serta kadar air akhir. Analisis dilakukan dengan menghitung energi masuk (Qin), energi terserap (Qout), dan energi hilang (Qloss) menggunakan persamaan termodinamika. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi energi listrik sebesar 59.114,9 kJ dan biomassa limbah kayu jati sebesar 456.451 kJ. Energi yang masuk tercatat 26.469,9 kJ, energi terserap 6.534,1 kJ, sedangkan energi hilang mencapai 19.935,8 kJ, dengan panas keluar ruang pengering 9.266,4 kJ. Temuan ini memberikan informasi penting untuk meningkatkan efisiensi pengeringan tipe flat bed dryer pada biji kakao, sekaligus mendukung pengembangan metode pengeringan yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025