Kestabilan emosi pada anak merupakan faktor fundamental yang berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian, sosial, dan akademik di masa depan. Namun, hasil survei di Kampung Gempol Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten menunjukkan bahwa praktik pengasuhan dengan bentakan masih dianggap wajar oleh sebagian besar orang tua, akibat minimnya pengetahuan tentang dampak negatif kekerasan verbal. Untuk itu, dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tujuan memberikan edukasi mengenai pola asuh positif tanpa membentak sebagai strategi menjaga kestabilan emosi anak. Metode yang digunakan adalah penyuluhan partisipatif melalui ceramah, diskusi interaktif, dan berbagi pengalaman. Kegiatan ini melibatkan 50 peserta dengan dukungan tokoh masyarakat dan dosen ahli. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua tentang dampak membentak, munculnya kesadaran kolektif mengenai pentingnya pola asuh empatik, serta terbentuknya komunitas belajar yang saling mendukung. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan keluarga yang lebih harmonis, sekaligus membuka peluang pengembangan pelatihan pola asuh berkelanjutan di tingkat komunitas
Copyrights © 2026