Pendidikan tinggi jarak jauh telah berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi digital dan platform pembelajaran daring. Namun, meningkatnya penggunaan sistem e-learning juga menimbulkan kekhawatiran tentang integritas akademik. Studi ini menganalisis kecurangan akademik di kalangan mahasiswa pendidikan tinggi jarak jauh menggunakan studi kasus sistem e-learning. Penelitian ini menggunakan metode survei yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, didukung oleh observasi kinerja akademik mahasiswa di platform pembelajaran daring. Partisipan terdiri dari 100 mahasiswa dan 3 dosen yang dipilih dari tiga program studi: Ilmu Pemerintahan, Administrasi Bisnis, dan Perpajakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecurangan akademik, khususnya plagiarisme dalam forum diskusi dan tugas, masih marak terjadi di lingkungan pembelajaran jarak jauh. Penyebab utamanya meliputi pemahaman yang terbatas tentang penulisan akademik, motivasi membaca yang rendah, dan kecenderungan untuk memilih jalan pintas dalam menyelesaikan tugas akademik. Studi ini juga menemukan bahwa dosen memainkan peran penting dalam mengurangi praktik kecurangan dengan menegakkan aturan penulisan akademik dan mendorong mahasiswa untuk merevisi pekerjaan mereka. Penguatan kebijakan integritas akademik dan peningkatan literasi akademik mahasiswa sangat penting untuk menjaga kualitas dan kredibilitas pendidikan tinggi jarak jauh
Copyrights © 2026