Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Improving Community Digitalization Culture in Building Permits Riau, Dwi Putranto; Pasaribu, Daniel
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 40, No. 2, (December 2024) [Accredited Sinta 3, No 79/E/KPT/2023]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v40i2.3998

Abstract

The readiness of the community to process building permits through SIMBG, which is all digital. The community is asked to finish it before submitting it to SIMBG. The digital transformation of municipal services has become a crucial aspect of innovative city initiatives, with the streamlining of building permit processing emerging as a critical focus area.This brings the community culture familiar with the digitization of permits.This study aims to know and analyze the cultural readiness of the community to obtain digital building permits through SIMBG.This study employed a descriptive qualitative methodology. The SIMBG operators that provided the primary and secondary data are taken from websites, journals, and technical service data. Qualitative data processing through interactive analysis is the study technique analysis that includes stages of data reduction, data display, and conclusion or verification drawing.This study's results indicate that the community's culture in digitizing building permits has shown an increase. This is indicated by only some people still taking care of building permits through SIMBG Clinic officers or offline and consulting on data input procedures and digital data requirements.  Increasing the culture of digitalization of building permits by the local government through Dissemination of Building Permit Regulations regarding e-government Applications; Improving the Competence of Human Resources and the business world in Information Technology; Increasing the reach of the internet in all corners of the country; and Repair and update the SIMBG Application.
The Role of Fintech Innovation in Financial Inclusion: A Literature Review of Emerging Tren and Challenges Pasaribu, Daniel; Judijanto, Loso; Vandika, Arnes Yuli; Bilondato, Nikma; Sudarmanto, Eko; Basri, T Saiful
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9804

Abstract

Inovasi fintech berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, menawarkan solusi keuangan yang lebih mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat luas. Hal ini membuka peluang untuk meningkatkan inklusi keuangan, terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki akses ke layanan keuangan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran inovasi fintech dalam meningkatkan inklusi keuangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur dan analisis data sekunder. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan publikasi resmi dari lembaga terkait. Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahwa fintech telah memainkan peran yang signifikan dalam memperluas akses terhadap layanan keuangan di seluruh dunia. Melalui penerapan teknologi terkini, fintech telah berhasil mengatasi beberapa hambatan tradisional dalam akses keuangan, seperti biaya tinggi dan keterbatasan infrastruktur. Meskipun demikian, tantangan yang signifikan masih ada, termasuk masalah regulasi yang bervariasi di berbagai negara, keamanan dan privasi data, serta kesenjangan akses teknologi di wilayah-wilayah terpencil.
Analisis Persepsi Publik Terhadap Kebijakan Makassar Recover Hakim, Nong Ayu Triyanti Utami; Pasaribu, Daniel; Fadiyah, Dina
Journal of Political Issues Vol 5 No 1 (2023): Journal of Political Issues (February - July)
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v5i1.130

Abstract

Penelitian ini menganalisis persepsi publik terhadap salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid 19), yaitu implementasi kebijakan publik yang tertuang dalam Peraturan Walikota Makassar Nomor 5 Tahun 2021 tentang Makassar Recover. Dilatarbelakangi oleh adanya pro kontra masyarakat diberbagai media terhadap kebijakan ini sejak resmi diimplementaskan, sementara Pemerintah Kota Makassar berani mengatakan kebijakan Makassar Recover sebagai program andalan. Berdasarkan permasalahan tersebut dan dengan mempertimbangkan posisi masyarakat sebagai sasaran kebijakan yang merasakan manfaat maupun dampak secara langsung, peneliti menganggap pentingnya mengetahui persepsi publik terhadap kebijakan Makassar Recover agar menjadi bahan rujukan perbaikan kebijakan bagi Pemerintah Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan Mixed Methode Research (MMR) yaitu menggabungkan metode kuantitatif dan metode kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat Kota Makassar, melakukan pengamatan dan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa meskipun masih ditemukan penolakan terhadap kebijakan ini, namun sebagian besar masyarakat setuju dan memberikan dukungan terhadap substansi kebijakan, perilaku petugas pelaksana, interaksi jejaring kerja, partisipasi kelompok sasaran dan sumber daya dalam kebijakan Makassar Recover.
Perbandingan Makna Ekaristi dalam Gereja Katolik dan HKBP: Suatu Kajian Roti dan Anggur Berdasarkan Praktik Liturgi Siregar, Casandro; Pasaribu, Daniel; Pasaribu, Hizkia; Lumbantoruan, Jenita; Nainggolan , Ribka
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i1.3940

Abstract

This study examines the comparative meaning of the Eucharist in the Catholic Church and the Batak Protestant Christian Church (HKBP), focusing on the symbols of bread and wine in the liturgical practices of both traditions. Through a theological-liturgical approach and comparative analysis, it highlights how the two churches' understanding of the Eucharist developed from a biblical basis, ecclesiastical tradition, and their respective historical contexts. In the Catholic Church, bread and wine are understood as the body and blood of Christ made real through transubstantiation, making the Eucharistic liturgy the pinnacle and source of the life of faith. Meanwhile, in the HKBP, bread and wine are interpreted as signs and means of communion with Christ within a Reformed-Lutheran theological framework with an emphasis on grace, remembrance, and the faithfulness of the people. This comparison shows that although both churches use the same symbols, their theological meanings, liturgical forms, and understanding of Christ's presence in the Eucharist have different yet mutually enriching characteristics. This study contributes to ecumenical dialogue and the development of sacramental understanding across traditions.