Kekerasan verbal merupakan penggunaan ucapan-ucapan yang merendahkan dan menyalahkan anak hingga orang tua mengabaikan anaknya. Data WHO menunjukkan sekitar 88% anak mengalami kekerasan. Di Sulawesi Tengah, kasus kekerasan anak meningkat dari 551 korban (2022) menjadi 689 korban (2024). Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional ini menggunakan populasi 135 siswa kelas 2-6 SDN Beka Kecamatan Marawola, dengan sampel 57 responden melalui rumus Slovin dan metode Stratified Random Sampling. Tingkat kekerasan verbal sebagian besar kategori sedang (40,4%), kepercayaan diri responden kategori rendah (77,2%), dan prestasi belajar kategori Baik (71,9%). Uji Pearson Chi-Square menghasilkan p value 0,002. Terdapat hubungan perilaku kekerasan verbal orang tua dengan kepercayaan diri dan prestasi belajar anak di SDN Beka Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Pihak sekolah perlu mengembangkan program pencegahan kekerasan verbal dan membentuk tim konseling untuk pendampingan siswa.
Copyrights © 2026