Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan 4C, khususnya kemampuan berpikir kritis, agar mampu beradaptasi dengan dinamika kehidupan nyata. Namun, pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru masih mendominasi, sehingga partisipasi dan hasil belajar siswa, terutama pada mata pelajaran Komunikasi Bisnis, belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan Project Based Learning (PjBL) dan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar siswa kelas XI Layanan Perbankan Syariah di SMK Islam Bustanul Hikmah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan teknik total sampling terhadap 35 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dokumentasi, serta tes pre-test dan post-test. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji t, uji F, serta regresi linier dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar (t = 3,623; sig = 0,001), begitu pula kemampuan berpikir kritis (t = 2,491; sig = 0,016). Secara simultan, PjBL dan berpikir kritis berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa (F = 11,023; sig = 0,000). Temuan ini menegaskan bahwa integrasi model PjBL dengan penguatan kemampuan berpikir kritis mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna sehingga meningkatkan hasil belajar Komunikasi Bisnis. Oleh karena itu, guru disarankan mengimplementasikan PjBL secara konsisten disertai aktivitas yang mendorong analisis, diskusi, dan pemecahan masalah nyata di kelas.
Copyrights © 2026