Perilaku agresif pada anak usia dini semakin sering ditemukan di lingkungan pendidikan, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun relasional, sehingga memunculkan perdebatan apakah agresivitas merupakan bagian dari perkembangan wajar atau indikator hambatan sosialisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap munculnya perilaku agresif pada anak usia dini. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel nasional dan internasional yang relevan mengenai agresivitas anak usia dini. Hasil telaah menunjukkan bahwa perilaku agresif dipengaruhi oleh rendahnya keterampilan sosial-emosional, lemahnya regulasi emosi, pola asuh permisif, penggunaan gawai berlebihan, interaksi negatif dengan teman sebaya, serta rendahnya responsivitas guru terhadap gejala awal agresi. Temuan ini menegaskan bahwa agresivitas bukan sekadar fase perkembangan, melainkan sinyal hambatan sosial yang memerlukan intervensi dini melalui pembelajaran sosial-emosional dan kolaborasi keluarga–sekolah.
Copyrights © 2026