Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah rasa sakit seperti nyeri, kebas dan kesemutan pada pergelangan tangan akibat pekerjaan yang dilakukan secara monoton. Potensi bahaya ergonomis pada aktivitas pekerjaan di PT Hok Tong Jambi dapat berisiko terjadinya Carpal Tunnel Syndrome. Tujuan umum penelitian ini yaitu mengetahui hubungan faktor individu dan pekerjaan dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja produksi di PT Hok Tong Jambi. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan proporsi pekerja yang mengalami keluhan Carpal Tunnel Syndrome sebanyak 34 pekerja (68%). Didapatkan bahwa faktor individu dan pekerjaan berhubungan dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome yaitu Usia (p-value 0,026), Masa Kerja (p-value <0,001), Gerakan Berulang (p-value <0,001) dan Postur Kerja (p-value <0,001). Kesimpulan: Faktor individu (Usia) dan faktor pekerjaan (Masa Kerja, Gerakan Berulang dan Postur Kerja) dapat meningkatkan risiko pekerja mengalami Carpal Tunnel Syndrome. Disarankan melakukan peregangan singkat setiap 60 menit bekerja, peregangan dilakukan agar mengurangi ketegangan pada pergelangan tangan dan menurunkan gejala Carpal Tunnel Syndrome.
Copyrights © 2026