Sitanggang, Hendra Dhermawan
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Determinants of the incidence of non-communicable diseases and early death among lecturers at the Health Polytechnic, Ministry of Health, Jambi Kalsum, Ummi; Gusmawati, Putri; Fitri, Adelina; Sitanggang, Hendra Dhermawan
Riset Informasi Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v13i1.863

Abstract

Background: Non-communicable diseases (NCDs) that cause early death both in the general population and among lecturers are increasing. This study aimed to analyze factors related to NCDs, as well as early death among lecturers. Method: This study design was cross-sectional. The sample was 4 lecturers who died in the 2013-2022 period to identify causes of early death and 75 homebase lecturers for NCDs incidents at the Jambi Ministry of Health Polytechnic. Results: The number of early deaths was 4 people (1.75 person-years) and the incidence of NCDs was 17.3%. Factors associated with NCDs were workload (PR= 8.25; 95% CI= 1.96-34.61), family history (PR= 4.50; 95% CI= 1.83-11.05), stress (PR= 3.98; 95% CI=1.54-10.26) and rest patterns (PR 3.61; 95% CI 1.32-9.87). There was no relationship between diet and physical activity and the incidence of NCDs. The dominant factor was workload after controlling by family history, diet, rest patterns and stress (PR= 5.127; 95% CI=1.02-25.60). Conclusion: Lack of rest, family history, stress and workload increase the risk of NCDs and early death in lecturers. The lecturers must pay attention to their workload, implement a balanced nutritional diet, rest patterns, and stress management, especially for those with a family history of NCDs to prevent NCDs and early death.
Distribusi Faktor Risiko Penderita Ispa pada Balita yang Berobat Ke Puskesmas di Kota Jambi Sitanggang, Hendra Dhermawan; Kalsum, Ummi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15084

Abstract

ABSTRACT Acute respiratory infection (ARI) is the leading cause of morbidity and mortality in children under five worldwide. ARI is responsible for nearly 20% of all under-five deaths. ARI remains a public health problem in Indonesia, including in Jambi City. ARI is one of the most frequent reasons for healthcare visits. The prevalence of ARI in Jambi City in 2021 was 16.68%, and in 2022 it was 16.63%. Therefore, this study aims to determine the characteristics of patients with ARI in toddlers seeking treatment at Jambi City public health centers. This study was a descriptive study conducted in Jambi City in 2023. The sample in this study were toddlers who suffered from ARI in July 2023 and who sought treatment at all health centers in Jambi City, namely 316 toddlers—sample withdrawal using a simple random sample. Data were analyzed descriptively using frequency distribution. The results showed that most children under five who suffered from ARI were not exclusively breastfed (65.8%), their fathers smoked (68.9%), were exposed to cigarette smoke (often = 21.2% and rarely = 39.9%), were exposed to other smoke (often = 29.1% and rarely = 44.6%), had inadequate housing density (70.3%), had inadequate room ventilation (53.5%), and used mosquito coils (31%). The study also found that there were household members who smoked in the house (49.1%), had KMS but were not filled in regularly (46.8%), and had non-routine growth monitoring (41.8%). Efforts to prevent and control ARI in children under five still need to be improved. Control efforts on child, parent, and environmental factors must be a concern. Keywords: ARI, Toddlers, Descriptive, Respiratory Disease  ABSTRAK Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di dunia. ISPA bertanggung jawab terhadap hampir 20% dari seluruh kematian balita. ISPA juga masih menjadi masalah kesehatan Masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Jambi. ISPA merupakan salah satu alasan yang paling sering terhadap kunjungan ke palayanan kesehatan. Prevalens ISPA di Kota Jambi tahun 2021 sebesar 16,68% dan tahun 2022 sebesar 16,63%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita ISPA pada balita yang berobat ke puskesmas di Kota Jambi. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang dilaksanakan di Kota Jambi tahun 2023. Sampel pada penelitian ini adalah anak balita yang menderita ISPA pada bulan Juli 2023 yang berobat di seluruh puskesmas di Kota Jambi, yaitu sebanyak 316 balita. Penarikan sampel dengan menggunakan simple random sample. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar anak balita yang menderita ISPA tidak ASI Eksklusif (65,8%), ayahnya merokok (68,9%), terpapar asap rokok (sering = 21,2% dan jarang = 39,9%), terpapar asap lainnya (sering = 29,1% dan jarang = 44,6%), kepadatan huniannya tidak memenuhi syarat (70,3%), ventilasi kamarnya tidak memenuhi syarat (53,5%), dan menggunakan anti nyamuk bakar (31%). Hasil penelitian juga menemukan bahwa adanya ART yang merokok di dalam rumah (49,1%), memiliki KMS namun tidak diisi secara teratur (46,8%), dan pemantuan pertumbuhan tidak rutin (41,8%). Upaya pencegahan dan pengendalian ISPA pada balita masih perlu ditingkatkan. Upaya pengendalian pada faktor anak, orang tua, maupun faktor lingkungan perlu menjadi perhatian. Kata Kunci: ISPA, Balita, Deskriptif, Penyakit Pernafasan
Hubungan Faktor Individu dan Faktor Pekerjaan dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja Produksi di PT Hok Tong Jambi Tahun 2025 Enindra, RTS.Gita Putri; Herwansyah, Herwansyah; Sitanggang, Hendra Dhermawan; Aswin, Budi
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1334

Abstract

Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah rasa sakit seperti nyeri, kebas dan kesemutan pada pergelangan tangan akibat pekerjaan yang dilakukan secara monoton. Potensi bahaya ergonomis pada aktivitas pekerjaan di PT Hok Tong Jambi dapat berisiko terjadinya Carpal Tunnel Syndrome. Tujuan umum penelitian ini yaitu mengetahui hubungan faktor individu dan pekerjaan dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja produksi di PT Hok Tong Jambi. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan proporsi pekerja yang mengalami keluhan Carpal Tunnel Syndrome sebanyak 34 pekerja (68%). Didapatkan bahwa faktor individu dan pekerjaan berhubungan dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome yaitu Usia (p-value 0,026), Masa Kerja (p-value <0,001), Gerakan Berulang (p-value <0,001) dan Postur Kerja (p-value <0,001). Kesimpulan: Faktor individu (Usia) dan faktor pekerjaan (Masa Kerja, Gerakan Berulang dan Postur Kerja) dapat meningkatkan risiko pekerja mengalami Carpal Tunnel Syndrome. Disarankan melakukan peregangan singkat setiap 60 menit bekerja, peregangan dilakukan agar mengurangi ketegangan pada pergelangan tangan dan menurunkan gejala Carpal Tunnel Syndrome.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Higiene pada Penjamah Makanan di Sekolah Dasar Negeri Wilayah Kerja Puskesmas Talang Banjar Salsadila, Diani; Fitri, Adelina; Hidayati, Fajrina; S., Oka Lesmana; Sitanggang, Hendra Dhermawan; Sari, Nurmaya; Marbun, Yenni Herlina
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1337

Abstract

Latar belakang: Makanan yang terkontaminasi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan penyakit bawaan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan perilaku higiene pada penjamah makanan di kantin Sekolah Dasar Negeri wilayah kerja Puskesmas Talang Banjar, mengingat masih banyak kantin Sekolah Dasar Negeri di Kota Jambi yang belum memenuhi standar kebersihan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-Sectional. Sampel terdiri dari 37 penjamah makanan dengan menggunakan teknik Total Sampling dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar penjamah makanan memiliki perilaku higiene kurang baik (65%), dengan pengetahuan kurang baik (60%), sikap positif (51%), mendapatkan pengawasan internal dan eksternal (62%), dan sebagian besar belum pernah mengikuti pelatihan (89%). Uji bivariat menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p=0.023) dan sikap (p=0.008) dengan perilaku higiene, sedangkan pengawasan (p=0.171) dan pelatihan (0.602) tidak ada hubungan dengan perilaku higiene pada penjamah makanan di kantin Sekolah Dasar Negeri wilayah kerja Puskesmas Talang Banjar. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku higiene pada penjamah makanan, sedangkan pengawasan dan pelatihan tidak ada hubungan dengan perilaku higiene pada penjamah makanan di kantin Sekolah Dasar Negeri wilayah kerja Puskesmas Talang Banjar. Disarankan Puskesmas menginisiasi program pelatihan mengingat tingginya persentase penjamah yang belum terlatih.
Biopsychosocial factors related to emotional disorders among adolescents Herda, Herda; Butar Butar, Marta; Nasution, Helmi Suryani; Sitanggang, Hendra Dhermawan
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v5i1.2564

Abstract

Background: Adolescence is a critical developmental period marked by biological, psychological, and social changes that increase vulnerability to mental-emotional disorders. Mental-emotional disorders among adolescents may impair academic performance, social relationships, and overall well-being. In Indonesia, particularly at the regional level, evidence regarding comprehensive biopsychosocial determinants among junior high school students remains limited. Purpose: To identify the biopsychosocial determinants associated with mental-emotional disorders among adolescents. Method: A cross-sectional design conducted from May to November 2025. A total of 101 students were selected using proportional stratified random sampling. Mental-emotional disorders were measured using the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Independent variables included physical activity, sleep quality, academic burnout, smartphone addiction, peer support, bullying, parenting style, and sex. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the chi-square test and prevalence ratio (PR) at a significance level of 0.05. Results: The prevalence of mental-emotional disorders among students was 41.6%. Significant associations were found between mental-emotional disorders and low physical activity (PR=2.7; 95% CI: 1.750–4.393), poor sleep quality (PR=2.4; 95% CI: 1.483–3.974), high academic burnout (PR=2.5; 95% CI: 1.604–4.162), smartphone addiction (PR=1.9; 95% CI: 1.269–3.109), low peer support (PR=1.8; 95% CI: 1.150–3.032), and experiences of bullying (PR=13.7; 95% CI: 4.558–41.760). Sex and parenting style were not significantly associated with mental-emotional disorders. Conclusion: Mental-emotional disorders among adolescents are significantly influenced by multiple biopsychosocial factors, particularly lifestyle behaviors, academic stress, peer relationships, and bullying experiences. School-based promotive and preventive interventions focusing on physical activity, sleep hygiene, stress management, strengthening peer support, and bullying prevention are strongly recommended. Keyword: Academic Burnout; Adolescents; Biopsychosocial Factors; Bullying; Mental-Emotional Disorders.