Kurma (Phoenix dactylifera L.) merupakan buah yang kaya nutrisi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan fungsional, salah satunya sari kurma. Meskipun konsumsi kurma di Indonesia cenderung meningkat saat bulan Ramadhan, pemahaman mengenai proses produksi sari kurma secara rinci masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi sari kurma Al-Jazira di CV. Amal Mulia Sejahtera dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas produknya. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan supervisor Quality Assurance, kepala gudang, serta pekerja bagian produksi, dan dokumentasi kegiatan produksi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil lapangan terhadap standar mutu pangan serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi sari kurma meliputi tahapan blending, penyaringan, pemasakan, penambahan bahan tambahan, pencampuran, pengisian, hingga pengemasan. Pemilihan kurma berkualitas sebagai bahan baku utama, pengolahan dengan suhu terkendali, serta penggunaan kemasan PET berstandar keamanan pangan menjadi faktor kunci dalam menjaga mutu produk. Sistem penyimpanan FIFO turut memastikan kualitas tetap terjaga selama distribusi. Namun, keterbatasan penggunaan alat semi-manual pada tahap pengisian dan pengemasan menyebabkan rendahnya efisiensi produksi. Penelitian ini memiliki batasan pada aspek kuantitatif, seperti analisis kandungan gizi dan umur simpan produk yang belum dilakukan secara laboratorium. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan gambaran komprehensif mengenai proses produksi sari kurma di industri lokal, yang dapat dijadikan acuan bagi pengembangan teknologi produksi serta penelitian lanjutan.
Copyrights © 2026