Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan penerapan pendekatan Social Emotional Learning (SEL) dalam pengelolaan kelas di sekolah dasar Indonesia dan Thailand, dengan fokus pada implementasi komponen SEL, peran guru, serta pengaruh konteks budaya terhadap pengelolaan kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif komparatif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa di SD Amaliah Indonesia serta Ban Leumuh School Thailand. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan SEL di Thailand lebih berorientasi pada pembiasaan, disiplin, dan nilai moral kolektif, sedangkan di Indonesia lebih menekankan aspek reflektif, komunikatif, dan individual. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kultur masyarakat, kebijakan pendidikan, serta gaya relasi guru–siswa di kedua negara. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian perbandingan pendidikan serta memberikan rekomendasi bagi pengembangan SEL di lingkungan sekolah dasar.
Copyrights © 2026