Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menganalisis 20 jurnal nasional yang membahas pemanfaatan cerita pendek, media digital, seperti YouTube, dialog interaktif, pembelajaran berbasis konteks, dan pendampingan guru dalam praktik Bahasa Inggris. Data di analisis secara kualitatif melalui proses kategorisasi tema berdasarkan metode, pelaksanaan pembelajaran, dan hasil yang di capai pada setiap artikel. Hasil studi ini menunjukan bahwa penggunaan Bahasa Inggris sehari-hari, media digital, aktivitas berbasis konteks, pembelajaran yang menyenangkan, dan dialog sederhana secara konsisten meningkatkan keterampilan dasar siswa, terutama dalam hal wawasan kepercayaan diri berbicara, dan pemahaman. Hambatan yang paling menonjol meliputi kurangnya motivasi, keterbatasan literasi, dan metode pengajaran yang monoton. Keterbatasan studi ini terletak pada konteks yang beragam di setiap jurnal, sehingga temuannya sulit di generalisasi. Penelitian selanjutnya menyarankan untuk menguji efektivitas pendekatan ini pada populasi yang lebih luas.
Copyrights © 2026