Kelompok remaja sering menghadapi risiko masalah kesehatan terkait nutrisi karena berada pada masa pertumbuhan fisik dan perkembangan mental yang sangat pesat. Pada fase transisi ini, kebutuhan zat gizi tubuh, terutama protein, mengalami peningkatan yang signifikan. Protein memiliki peran penting dalam membangun serta memperbaiki jaringan tubuh, menjaga massa otot, dan mendukung metabolisme serta kemampuan berpikir. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan pola konsumsi protein dengan status gizi remaja melalui metode tinjauan pustaka (literature riview). Data diperoleh dari jurnal ilmiah nasional berbahasa Indonesia yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir, dengan fokus pada asupan protein, status gizi, aktivitas fisik, dan prestasi akademik remaja. Artikel dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa jumlah protein yang dikonsumsi memiliki hubungan erat dengan status gizi remaja. Ketidakseimbangan konsumsi protein, baik kekurangan maupun kelebihan, dapat meningkatkan risiko gizi kurang dan gizi lebih atau obesitas. Selain itu, pemenuhan kebutuhan protein berdampak positif terhadap kebugaran fisik serta kecerdasan, yang tercermin dari prestasi belajar di sekolah. Remaja dengan asupan protein cukup cenderung memiliki kesehatan tubuh lebih baik dan hasil belajar lebih memuaskan. Kesimpulannya, pemberian protein seimbang sesuai tingkat aktivitas fisik individu sangat penting untuk menjaga kualitas kesehatan remaja. Oleh karena itu, edukasi gizi dan pengawasan pola makan yang konsisten sangat dibutuhkan untuk mencegah munculnya berbagai masalah gizi di kalangan generasi muda.
Copyrights © 2026