Tekanan akademik yang tinggi sering kali menempatkan mahasiswa pada kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang dikenal sebagai burnout akademik. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada penurunan produktivitas belajar, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Dalam konteks tersebut, pendekatan spiritual menjadi salah satu alternatif strategi koping yang relevan, khususnya konsep tawakal dalam tradisi tasawuf. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsep tawakal dalam tasawuf terhadap upaya pengurangan burnout akademik pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur atau tinjauan pustaka sistematis terhadap sumber-sumber yang berasal dari literatur tasawuf, psikologi, dan kajian akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik konseptual guna membangun sintesis antara perspektif spiritual dan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawakal berperan sebagai mekanisme koping spiritual yang efektif dalam mereduksi gejala burnout akademik. Praktik tawakal yang memadukan ikhtiar maksimal dengan penyerahan diri kepada Allah mampu memberikan ketenangan batin, mengurangi kecemasan, serta membantu mahasiswa memaknai tekanan akademik secara lebih positif. Dengan demikian, tawakal tidak hanya berfungsi sebagai konsep teologis, tetapi juga sebagai sumber kekuatan psikologis yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan mental dan ketahanan mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik. Kata Kunci : Tawakal, Tasawuf, Burnout Akademik, Mahasiswa, Kesehatan Mental.
Copyrights © 2026