Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendekatan religius dalam pola asuh terhadap perkembangan psikososial anak di LKSA Aisyiyah Kasih Ibu Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan religius dapat meningkatkan disiplin, ketenangan emosi, dan interaksi sosial, serta pengalaman peer tutoring, terapi Al-Qur’an, dan nonton film religi mendukung pembentukan identitas positif dan resiliensi. Namun penerapannya belum terstruktur sepenuhnya sehingga sebagian anak masih menunjukkan perilaku membangkang dan menarik diri. Pendekatan religius efektif memupuk perkembangan psikososial anak, meskipun memerlukan penyesuaian terhadap kebutuhan individu dan dukungan lingkungan eksternal. Secara teoritis, penelitian ini mengintegrasikan dimensi religiusitas Glock dan Stark dengan tahap V perkembangan psikososial Erikson (Identity vs. Role Confusion) dalam konteks pendekatan religius di LKSA, sedangkan secara praktis memberikan rujukan bagi pengembangan pola pengasuhan religius yang adaptif dan berkelanjutan di LKSA.
Copyrights © 2026