Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hambatan Komunikasi Mamak Dengan Kemenakan Melalui Media Sosial Whatsapp Claudia, Rany; Setiawati, Ida Agus
Jurnal Empirika Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Empirika
Publisher : Master Program in Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Sriwijay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47753/je.v10i2.209

Abstract

Mamak in matrilineal societies in Minangkabau hold a prominent position as the person responsible for the main family and their family of origin, including their nephews and nieces. This role is not limited to that of an uncle, but also as a leader and guardian of family heirlooms. However, this role cannot be optimally performed by mamak who live far from their homeland. Social media has become an alternative for mamak to maintain communication, preserve relationships, foster family traditions, and provide attention to their nieces and nephews. However, virtual communication poses obstacles for mamak to perform their roles optimally. This study uses descriptive qualitative research. The technique for determining informants is purposive sampling with 7 informants who are migrants. The results of the study show that the obstacles found are ineffective emotional closeness and interaction with nieces and nephews, adaptation from conventional to virtual communication makes it difficult for mamak to use social media, internet networks that are sometimes unstable, and limited internet quota costs. In this virtual communication, these obstacles affect social symbols and emotional closeness that can be interpreted and translated in direct interactions to maintain family relationships with nieces and nephews.
Peningkatan Pengetahuan Pada Anak Dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Berbasis Digital (Cyber Violence) Setiawati, Ida Agus; Agustina, Indria; Hila, Syahrio Marta
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.732

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan akses informasi, namun juga meningkatkan risiko kekerasan berbasis digital pada anak. Berbagai data nasional menunjukkan tingginya kerentanan anak terhadap kejahatan online. KPAI mencatat 26.869 kasus kekerasan digital pada 2024, sedangkan Simfoni PPA melaporkan 7.842 kasus kekerasan terhadap anak pada periode Januari–Juni 2024. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di LKSA Aisyiyah “Kasih Ibu” dengan sasaran 18 anak berusia 8–18 tahun. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak dalam menggunakan media digital secara aman. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, storytelling, dan ice breaking. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab, observasi perilaku, serta perbandingan kemampuan awal (pre-evaluasi) dan capaian akhir (post-evaluasi). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan praktik keamanan digital. Sebelum kegiatan, hanya 4 dari 18 anak yang mampu menyebutkan empat jenis kekerasan digital, dan 15 anak memiliki akun media sosial tanpa pengaturan privasi. Setelah kegiatan, 12 anak secara mandiri mengunci akun mereka, sedangkan 6 lainnya melakukan pengaturan privasi dengan pendampingan. Selain itu, 85% anak mampu menjawab pertanyaan evaluatif dan 7 anak aktif berdiskusi serta bertanya mengenai risiko dunia maya. Temuan ini menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif, sikap kehati-hatian, serta perubahan perilaku nyata dalam menjaga privasi. Implikasi kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi literasi digital sebagai langkah preventif dalam melindungi anak dari paparan kekerasan digital. Edukasi berbasis pendekatan interaktif terbukti efektif dan dapat direplikasi di panti maupun sekolah lain.