Persaingan industri manufaktur yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan sebagai faktor utama keberhasilan organisasi. PT XYZ menghadapi tantangan terkait kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu hasil kerja karyawan, yang berdampak pada meningkatnya klaim pelanggan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan dan inovasi terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian terdiri dari seluruh karyawan bagian produksi PT XYZ berjumlah 345 orang dengan masa kerja minimal satu tahun. Sampel sebanyak 185 responden diperoleh melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup daring yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dan kinerja karyawan. Motivasi kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan serta memediasi hubungan antara pelatihan dan inovasi terhadap kinerja. Kesimpulannya, peningkatan kinerja karyawan dapat dicapai melalui optimalisasi pelatihan, penguatan inovasi, dan peningkatan motivasi kerja secara berkelanjutan, sehingga perusahaan mampu menghadapi tantangan persaingan industri secara efektif.
Copyrights © 2026