Perkebunan kelapa sawit di Sumatera memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional Indonesia, tetapi di balik kontribusi ekonominya, ekspansi sawit juga memunculkan masalah serius berupa deforestasi ekologis yang mengancam keberlanjutan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Foreign Direct Investment (FDI) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap tingkat deforestasi ekologis di Sumatera periode 2019–2023, mengingat urgensi keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan pendekatan regresi data panel, melibatkan data dari 10 provinsi di Sumatera dengan teknik census sampling dan dianalisis menggunakan model Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDI tidak berpengaruh signifikan terhadap deforestasi (0.1004 > 0,05), sementara PDRB berpengaruh positif signifikan (0.0238 < 0,05), mendukung hipotesis Environmental Kuznets Curve (EKC) pada tahap awal pembangunan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi regional masih bergantung pada eksploitasi sumber daya alam, sementara FDI belum menjadi pemicu utama deforestasi; implikasinya, dibutuhkan kebijakan pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi dan ekologis secara seimbang. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada literatur ekonomi lingkungan serta menawarkan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan untuk merancang strategi pembangunan yang lebih ramah lingkungan. Kata Kunci : Penanaman Modal Asing; PDRB; Deforestasi.
Copyrights © 2026