Hidup-matinya organisasi dakwah bergantung pada kemampuan manajer menjaga keberlangsungan program. Ancaman terhadap eksistensi organisasi diawali dengan terjadinya fase krisis organisasi dicirikan dengan vakumnya program dalam waktu yang lama dan dan atau penurunan jumlah anggota. Hal ini mendorong kebutuhan revitalisasi organisasi meski dalam prakteknya manajer dakwah menghadapi kompleksitas masalah yang mendistraksi arah gerak dalam perencanaan organisasi. Menemukan isu strategis dapat mengatasi hal ini dengan membantu manajer menata fokus respon strategi. Artikel ini betujuan menggagas kerangka kerja diagnosa isu strategis khususnya bagi organisasi dakwah yang berada pada fase krisis dan membutuhkan proses revitalisasi. Pendekatan kualitatif konseptual digunakan dengan menggali konsep dasar dan menjembatani kerangka penerapan teori Strategic Issue Diagnose dan Organizational Decline. Temuan artikel antara lain:1) Diagnosa isu strategis pada krisis organisasi bertujuan mencegah terjadinya blindness (ketidaksadaran atas masalah) dan faulty actions (tindakan penanganan yang keliru); 2) Tahapan issue activation dijalankan untuk mencegah blindness, sedangkan tahap issue activation dijalankan untuk mencegah terjadinya inaction maupun faulty action; 3) Perlunya kontekstualisasi pengukuran urgensitas dan feasibiltas khas organisasi dakwah. Temuan artikel ini diharapkan dapat membangun perspektif baru serta membantu manajer dakwah mengurai problematika organisasi di fase krisis yang cenderung kompleks-dilematis dan menyusun prioritas langkah penanganan secara tepat berbasis situasi aktual.
Copyrights © 2026