Generasi Alfa tumbuh dalam lingkungan digital yang sarat dengan paparan nilai dan ideologi, termasuk nilai-nilai liberal yang kerap hadir dalam dunia anak dan remaja. Kondisi ini menimbulkan tantangan serius bagi pembentukan nalar, karakter, dan orientasi nilai generasi muda. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan kembali konsep imunisasi kognitif sebagai pendekatan strategis dalam membangun daya tahan nalar anak dan remaja terhadap pengaruh nilai yang berpotensi problematis. Melalui penelitian konseptual (conceptual research) berbasis practice theory, artikel ini mendalami teori Inokulasi dan teori Sistem Imunitas Kognitif Andy Norman, dan menemukan beberapa kelemahan serta berusaha memperbaikinya. Hasilnya artikel ini menawarkan kerangka konseptual imunisasi kognitif berbasis dialektika nilai dengan beberapa komponen yang ditegaskan berkaitan dengan orientasi, standart dan proses dialektika yang sistematis. Proses ini juga memerlukan etos kognitif yang diperlukan. Tentunya dalam penerapan harus dipahami sasaran vaksinasi kognitifnya yakni pada Generasi Alfa yang harus dicermati karakteristiknya. Dengan dialektika nilai diharapkan bisa membentuk kekebalan kognitif yang memungkinkan subjek berpikir rasional, mengenali kesalahan nalar, dan merespons pengaruh nilai secara bertanggung jawab. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi pada penguatan pendekatan pendidikan nilai yang lebih reflektif, etis, dan tahan terhadap distorsi ideologis di era digital.
Copyrights © 2026