Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Stunting terjadi karena kekurangan gizi yang terjadi dalam masa 1000 hari kehidupan balita. Kekurangan gizi ini dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat terkait bahayanya stunting dan bagaimana mencegahnya. Hal ini merupakan hal yang tidak dapat dianggap remeh, jika kita melihat dampak keberlanjutan stunting ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan pangan lokal terhadap kejadian stunting pada balita. Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan sampel 120 balita usia 24–59 bulan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (chi-square), Hasil menunjukkan pemanfaatan pangan lokal berpengaruh signifikan terhadap kejadian stunting (p < 0,001)
Copyrights © 2026