Mahabbah dan ma‘rifah merupakan dua konsep fundamental dalam tradisi tasawuf yang merepresentasikan dimensi cinta spiritual dan pengetahuan ilahiah dalam hubungan manusia dengan Allah Swt. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian, landasan konseptual, serta keterkaitan antara mahabbah dan ma‘rifah dalam kerangka spiritualitas Islam, sekaligus menelaah relevansinya bagi kehidupan manusia modern yang kerap mengalami krisis makna dan kekosongan batin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang bersumber pada Al-Qur’an, hadis Nabi, serta literatur tasawuf klasik dan kontemporer. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui proses pengumpulan, reduksi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahabbah merupakan kecintaan ruhiah yang tulus dan total kepada Allah tanpa pamrih duniawi, sedangkan ma‘rifah adalah pengenalan batiniah terhadap Allah yang diperoleh melalui penyucian hati dan anugerah Ilahi. Kedua konsep ini bersifat saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan dalam perjalanan spiritual seorang sufi, sebagaimana tercermin dalam pemikiran tokoh-tokoh tasawuf seperti Rabi‘ah al-‘Adawiyah, Dhu’n-Nun al-Mishri, dan al- Ghazali. Mahabbah melahirkan kedekatan eksistensial dengan Tuhan, sementara ma‘rifah memperdalam kesadaran spiritual dan transformasi akhlak. Dengan demikian, mahabbah dan ma‘rifah dapat dipandang sebagai fondasi utama tasawuf yang tetap relevan dalam membangun spiritualitas Islam yang bermakna di tengah tantangan kehidupan kontemporer.
Copyrights © 2026