Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dengan tantangan utama rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas. Program ini bertujuan memberdayakan kader dan komunitas IKABAYA melalui pendampingan berbasis Video Supervised Therapy (VST) menggunakan aplikasi Tebas TB untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pasien. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui lima tahapan, yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan dan instalasi aplikasi, implementasi pendampingan digital, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kepatuhan minum obat dari 60% menjadi 90%, penurunan angka putus obat, serta efisiensi kerja kader karena mampu memantau lebih banyak pasien tanpa harus melakukan kunjungan rumah setiap hari. Pasien juga melaporkan peningkatan motivasi dan rasa percaya diri karena mendapat dukungan sosial dari keluarga dan komunitas. Pembahasan menekankan pentingnya kombinasi teknologi digital dengan pendampingan psikososial untuk memastikan keberhasilan pengobatan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendampingan berbasis VST mampu meningkatkan kepatuhan pasien, memperkuat peran kader, dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih mendukung kesembuhan, sehingga berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan kasus TBC yang tinggi.
Copyrights © 2026