Kemampuan literasi membaca merupakan keterampilan dasar yang penting bagi siswa sekolah dasar, termasuk anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi membaca anak berkebutuhan khusus kelas II di SDN Pandean Lamper 05 Kota Semarang serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pembelajaran.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa anak berkebutuhan khusus dengan karakteristik lamban belajar (slow learner). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa berada pada kategori rendah, ditandai dengan kesulitan mengenal huruf, membaca kata sederhana, dan membaca kalimat sederhana. Hambatan yang dihadapi meliputi faktor internal seperti rendahnya konsentrasi dan daya ingat, serta faktor eksternal berupa keterbatasan metode dan pendampingan pembelajaran. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran literasi bagi anak berkebutuhan khusus memerlukan pendekatan yang adaptif, bertahap, dan sesuai dengan karakteristik siswa.
Copyrights © 2026