Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anonimitas dan online disinhibition effect (ODE) pada mahasiswa Program Studi S-1 Keperawatan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 343 mahasiswa aktif tahun ajaran 2025/2026, dengan sampel sebanyak 123 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala Anonimitas (21 aitem, a = 0,901) dan Skala Online Disinhibition Effect (26 aitem, a = 0,884). Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki tingkat anonimitas pada kategori sedang (60,2%) dan tingkat ODE pada kategori sedang (90,2%). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,025 dengan signifikansi 0,780 (p > 0,05), sehingga hipotesis penelitian ditolak. Hal ini membuktikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara anonimitas dengan online disinhibition effect. Penolakan hipotesis ini mengindikasikan bahwa pada kelompok usia dewasa awal, perilaku disinhibisi daring lebih dipengaruhi oleh dinamika psikososial dan kebutuhan akan eksistensi identitas dibandingkan faktor anonimitas. Penelitian ini menyarankan pentingnya penguatan etika digital bagi mahasiswa keperawatan sebagai bagian dari identitas profesional mereka.
Copyrights © 2026