Perkembangan pesat teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pembelajaran, menuntut peserta didik untuk memiliki kemandirian belajar yang kuat agar mampu mengelola proses belajarnya secara efektif. Namun, pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital masih sering dipahami sebatas sebagai sarana penyampaian materi, tanpa penguatan aspek regulasi diri dan otonomi belajar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual dan analitis peran media pembelajaran berbasis digital dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berupa kajian pustaka analitis dengan penelusuran literatur secara sistematis terhadap artikel jurnal, buku ilmiah, dan laporan penelitian relevan terbitan 2020–2025. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik refleksif dan sintesis konseptual untuk mengidentifikasi pola, mekanisme pedagogis, serta kerangka teoretis yang menjelaskan keterkaitan antara media digital dan kemandirian belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital berkontribusi positif terhadap penguatan kemandirian belajar ketika diintegrasikan dengan desain instruksional yang mendukung self-regulated learning, seperti scaffolding digital, umpan balik adaptif, dan dukungan metakognitif. Temuan ini memperkaya pemahaman teoretis tentang pembelajaran mandiri dalam konteks digital serta menegaskan pentingnya peran pendidik dalam merancang pengalaman belajar yang berorientasi pada otonomi peserta didik. Kesimpulannya, media pembelajaran berbasis digital berpotensi menjadi fasilitator kemandirian belajar apabila dirancang dan diimplementasikan secara pedagogis, dan penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji kerangka konseptual ini melalui studi empiris lintas konteks pendidikan.
Copyrights © 2026