Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MAN 2 Kota Kediri Anggun Akmila; A. Jauhar Fuad
JOM Vol 6 No 4 (2025): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences , December
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v6i4.8858

Abstract

The Merdeka Curriculum is an innovation in education that emphasizes freedom and independence for students in the learning process. The implementation of the Merdeka Curriculum is important to support the achievement of educational goals, including in the teaching of Aqidah Akhlak. This curriculum provides space for teachers to develop more flexible, student-centered learning. The purpose of this study is to analyze how the Merdeka Curriculum is implemented in the subject of Akidah Akhlak. This study uses a qualitative approach and descriptive analysis method. The results of the study show that the implementation of the Merdeka Curriculum begins with planning, which consists of developing an Operational Curriculum for the Education Unit, participating in training, analyzing CP, TP, ATP, and actualizing them in the creation of teaching modules. The next stage is implementation, which has been realized in accordance with the teaching modules by carrying out several stages, such as introduction, core, and conclusion. The evaluation or assessment of the independent curriculum in the subject of faith and morals consists of formative and summative assessments. There are problems experienced by schools in implementing the independent curriculum, such as the uneven abilities of teachers and dependence on technology. Despite facing several challenges, the implementation of the Independent Curriculum at MAN 2 Kota Kediri is running quite well and effectively. Therefore, the success of implementing the Merdeka Curriculum in Akidah Akhlak learning is largely determined by the ability of teachers to design and implement learning in accordance with the curriculum requirements.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Digital dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Peserta Didik Samsul Ma’arif; Anggun Akmila
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pembelajaran, menuntut peserta didik untuk memiliki kemandirian belajar yang kuat agar mampu mengelola proses belajarnya secara efektif. Namun, pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital masih sering dipahami sebatas sebagai sarana penyampaian materi, tanpa penguatan aspek regulasi diri dan otonomi belajar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual dan analitis peran media pembelajaran berbasis digital dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berupa kajian pustaka analitis dengan penelusuran literatur secara sistematis terhadap artikel jurnal, buku ilmiah, dan laporan penelitian relevan terbitan 2020–2025. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik refleksif dan sintesis konseptual untuk mengidentifikasi pola, mekanisme pedagogis, serta kerangka teoretis yang menjelaskan keterkaitan antara media digital dan kemandirian belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital berkontribusi positif terhadap penguatan kemandirian belajar ketika diintegrasikan dengan desain instruksional yang mendukung self-regulated learning, seperti scaffolding digital, umpan balik adaptif, dan dukungan metakognitif. Temuan ini memperkaya pemahaman teoretis tentang pembelajaran mandiri dalam konteks digital serta menegaskan pentingnya peran pendidik dalam merancang pengalaman belajar yang berorientasi pada otonomi peserta didik. Kesimpulannya, media pembelajaran berbasis digital berpotensi menjadi fasilitator kemandirian belajar apabila dirancang dan diimplementasikan secara pedagogis, dan penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji kerangka konseptual ini melalui studi empiris lintas konteks pendidikan.