Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan keterampilan proses sains siswa dan hasil belajar pada materi usaha dan energi setelah siswa belajar melalui pembelajaran inkuiri. Metode penelitian yang digunakan adalah ekperimen dengan desain pretest-posttes one group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas kelas X SMA Negeri 1 Banda Aceh,. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling yaitu kelas X-MIPA 3. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest untuk penguasaan konsep dan keterampilan proses sains, dan lembar observasi untuk mengamati keterlaksanaan pembelajaran. Pengolahan data dilakukan dengan uji t diperoleh persentase nilai rata-rata tes awal 60,33%. Selanjutnya persentase nilai rata-rata tes akhir 82,33%. Rata-rata persentase gain yang dinormalisasi secara individu siswa termasuk kategori tinggi sebanyak 6 orang (20%), kategori sedang sebanyak 14 orang (46,70%) dan gain rendah 10 orang (33,33%). Untuk gain yang dinormalisasi diperoleh thitung = 5,402 dengan signifikansi p = 0,000, karena signifikansi < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan konsep usaha dan energi. Untuk skor tes akhir diperoleh thitung = 4,160 dengan signifikansi p = 0,000, karena signifikansi < 0,005, maka dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam penguasaan konsep usaha dan energi. Untuk gain yang dinormalisasi diperoleh thitung = 10.317 dengan signfikansi p = 0,547, karena signifikansi < 0,05. Implikasi praktis dari pembelajaran inkuiri mencakup peningkatan kemandirian belajar, hasil belajar yang lebih baik dan pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pembelajaran inkuiri dalam keterampilan proses sains siswa kelas X di SMA Negeri 1 Banda Aceh pada materi usaha dan energi.
Copyrights © 2025