Menurut data PISA 2022, Indonesia menduduki peringkat rendah dalam aspek literasi sains. Selain literasi sains, di abad ke-21 ini salah satu dari keterampilan yang harus dimiliki siswa yaitu keterampilan berinovasi. Perlunya keterpaduan antara dua keterampilan ini diharapkan dapat menambah literatur pendidikan IPA dengan memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai kemampuan siswa dalam literasi sains serta kreativitas mereka dalam berinovasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi sains siswa serta keterampilan mereka dalam berinovasi melalui pembelajaran IPA yang berbasis produk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data penelitian ini berasal dari kelas VIII di salah satu MTs di Kabupaten Ponorogo. Pengumpulan data melalui angket terbuka (luring dan daring). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan literasi sains yang memadai. Mereka mampu mengaitkan isu-isu terkini dengan pembelajaran IPA dan menjelaskan fakta-fakta ilmiah dengan baik. Selain itu, siswa mampu memahami konsep sains dalam kehidupan sehari-hari, menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan informasi sains, serta melaksanakan kegiatan praktikum dengan baik, menerangkan langkah-langkah prosedural dan melakukan aktivitas berfikir yang kritis. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam memahami keterpaduan antara literasi sains dengan keterampilan berinovasi pada pembelajaran IPA. Selain itu, memberikan pandangan yang komprehensif tentang potensi siswa dalam mengembangkan pengetahuan ilmiah serta kreativitas mereka dalam berinovasi.
Copyrights © 2024