Jurnal Selaksa Makna
Vol. 2 No. 1 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA

KETERAMPILAN BERBICARA PENYIAR RADIO KOTA SANTRI SEBAGAI SARANA PELESTARIAN BAHASA DAN BUDAYA LOKAL PEKALONGAN

Apriyani, Pertiwi Dian (Unknown)
Sudrajat, Dian Sukmawati (Unknown)
Haira, Nala A’izatul (Unknown)
Iffat, Afkar Muhammad (Unknown)
Nurani, Elok Putri (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Feb 2026

Abstract

This study aims to analyze the speaking skills of radio announcers in building effective communication with listeners, as well as to examine the role of local languages in strengthening closeness and cultural preservation through radio broadcasts in Pekalongan. The research used a descriptive qualitative method, with the study site being Radio Kota Santri (RKS) Kajen, Pekalongan Regency. Data were collected through observation and semi-structured interviews with announcers and radio managers. The findings indicate that announcers' speaking skills include mastery of intonation, clarity of articulation, appropriate choice of diction, and the ability to create communicative interactions with listeners. Furthermore, the use of local languages and typical Pekalongan expressions has been shown to strengthen listeners' emotional closeness and sense of ownership of local radio. RKS also plays a crucial role in preserving regional culture through broadcasting programs that promote local wisdom. Thus, radio announcers act not only as communicators but also as agents of cultural preservation and the identity of the Pekalongan community. This research is expected to serve as a reference for developing effective radio communication strategies based on cultural values.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berbicara penyiar radio dalam membangun komunikasi yang efektif dengan pendengar, serta meneliti peran bahasa lokal dalam memperkuat kedekatan dan pelestarian budaya melalui siaran radio di Pekalongan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan lokasi studi di Radio Kota Santri (RKS) Kajen, Kabupaten Pekalongan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara semi terstruktur dengan penyiar dan pengelola radio. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berbicara penyiar mencakup penguasaan intonasi, kejelasan artikulasi, pemilihan diksi yang tepat, serta kemampuan untuk menciptakan interaksi yang komunikatif dengan pendengar. Selain itu, penggunaan bahasa daerah dan ungkapan khas Pekalongan terbukti dapat memperkuat kedekatan emosional dan rasa kepemilikan pendengar terhadap radio lokal. RKS juga memainkan peran penting dalam melestarikan budaya daerah melalui penyiaran program yang mengusung kearifan lokal. Dengan demikian, penyiar radio tidak hanya bertindak sebagai komunikator, tetapi juga sebagai agen pelestarian budaya dan identitas masyarakat Pekalongan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan strategi komunikasi radio yang efektif dan berbasis nilai budaya.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

selaksamakna

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences Other

Description

Jurnal Selaksa Makna merupakan wadah ilmiah yang khusus menyajikan hasil kajian koseptual/teoretis dan penelitian bidang bahasa, sastra, dan pembelajaran. Jurnal Selaksa Makna terbit empat kali dalam satu tahun, pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal Selaksa Makna diterbitkan oleh ...