Sektor agribisnis berperan penting dalam perekonomian Indonesia melalui distribusi sarana produksi pertanian, namun penjualan kredit menimbulkan tantangan arus kas akibat keterlambatan pembayaran. Penelitian ini menganalisis prosedur pengelolaan piutang di CV. KBI, mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan, dan mengevaluasi efektivitas serta efisiensi operasional. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpul melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan 4 informan kunci (Direktur, Accounting Manager, Sales Dan Marketing Manager, Serta Sales Executive ), serta analisis dokumen. Analisis data mengikuti tahapan pemeriksaan operasional: perencanaan, pelaksanaan lapangan, temuan, dan rekomendasi dengan triangulasi tematik. Hasil menunjukkan praktik suboptimal seperti prosedur lisan, pemantauan manual, dan absennya perjanjian kredit formal, menyebabkan penundaan pembayaran melebihi jatuh tempo serta gangguan likuiditas yang memerlukan target revenue yang tidak tercapai dan cashflow operasional perusahaan yang terganggu. Kesimpulannya, penerapan SOP tertulis, sistem akuntansi terintegrasi, dan penguatan penagihan akan meningkatkan stabilitas keuangan.
Copyrights © 2026