Di tengah persaingan ketat sektor kosmetik Indonesia, perusahaan manufaktur terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menghadapi fluktuasi laba bersih akibat biaya produksi, biaya operasional, dan penjualan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh parsial dan simultan ketiga variabel terhadap laba bersih periode 2020-2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data sekunder laporan keuangan tahunan dari 7 perusahaan sub-sektor kosmetik (35 observasi) dianalisis melalui regresi linear berganda SPSS 29 beserta uji asumsi klasik. Hasil menunjukkan biaya produksi (sig=0,926) dan biaya operasional (sig=0,603) tidak berpengaruh signifikan secara parsial, sementara penjualan berpengaruh positif signifikan terhadap laba bersih (sig=0,033). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan (F sig=0,039) dengan kontribusi 67,5 persen. Kesimpulannya, penjualan menjadi pendorong utama profitabilitas, sehingga perusahaan perlu mengoptimalkan strategi penjualan meskipun biaya fluktuatif.
Copyrights © 2026