Sektor industri dan pertanian merupakan penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Buru. Namun demikian, penurunan tingkat pengangguran tidak menunjukkan kecenderungan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kontribusi sektor industri pengolahan dan sektor pertanian terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Buru tahun 2012–2024. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan data time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, kedua sektor tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka (F = 3,296; sig = 0,080). Secara parsial, kontribusi sektor industri pengolahan tidak berpengaruh signifikan (β = −0,698; sig = 0,397), sedangkan kontribusi sektor pertanian berpengaruh negatif dan signifikan (β = −0,891; sig = 0,050). Koefisien determinasi (R² = 0,397) menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 39,7 persen variasi tingkat pengangguran terbuka. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah memperkuat pembangunan sektor pertanian sebagai sektor yang terbukti mampu menyerap tenaga kerja serta meningkatkan kapasitas industri agar lebih berorientasi pada penyerapan tenaga kerja lokal.
Copyrights © 2025