Sistem penjadwalan kerja merupakan komponen penting dalam manajemen keperawatan karena berpengaruh pada kontinuitas layanan, pemulihan tenaga kerja, dan keseimbangan kehidupan kerja perawat. Penjadwalan yang kurang prediktif, tidak adil, dan minim fleksibilitas dapat memperburuk work-life balance serta menurunkan kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sistem penjadwalan kerja terhadap work-life balance dan kinerja perawat di rumah sakit. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 132 perawat pelaksana dipilih dengan proportionate stratified random sampling di Rumah Sakit Bekasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sistem penjadwalan kerja, work-life balance, dan kinerja perawat yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan skor rata-rata sistem penjadwalan kerja 66,4±10,9, work-life balance 64,9±11,3, dan kinerja perawat 78,2±9,4. Terdapat korelasi positif antara sistem penjadwalan kerja dengan work-life balance (r=0,612; p<0,001) dan kinerja perawat (r=0,481; p<0,001). Pada analisis multivariat, sistem penjadwalan kerja berpengaruh signifikan terhadap work-life balance (β=0,61; p<0,001) dan kinerja perawat (β=0,34; p<0,001), sementara work-life balance juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (β=0,37; p<0,001). Disimpulkan bahwa sistem penjadwalan kerja yang lebih prediktif, adil, dan memberi ruang kendali bagi perawat berhubungan dengan work-life balance yang lebih baik dan kinerja yang lebih tinggi. Manajer keperawatan perlu memperkuat kualitas penjadwalan sebagai strategi peningkatan kesejahteraan dan mutu pelayanan
Copyrights © 2026