Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Medan terhadap dilema etika pergaulan antara lawan jenis di tengah tuntutan profesionalisme akademik dan batasan syariat Islam. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya intensitas interaksi lintas gender di lingkungan perguruan tinggi, yang menimbulkan ketegangan antara kebutuhan kolaborasi akademik dan norma etika Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Sampel berjumlah 33 mahasiswa dari berbagai program studi di FMIPA yang dipilih melalui simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring berskala Likert dengan 15 butir pernyataan yang mengukur dua variabel: pemahaman normatif etika pergaulan dan perilaku aktual dalam situasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat pemahaman normatif yang sangat tinggi terkait batasan etika pergaulan lawan jenis. Uji korelasi Pearson mengungkap adanya hubungan positif antara pemahaman normatif dan perilaku aktual mahasiswa. Meskipun demikian, tuntutan akademik seperti diskusi kelompok, praktikum laboratorium, dan koordinasi tugas digital mendorong mahasiswa melakukan penyesuaian perilaku tanpa sepenuhnya meninggalkan nilai syariat. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman etika Islam membentuk perilaku adaptif, bukan perilaku yang kaku. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan program pembinaan karakter dan kebijakan kampus dalam membentuk budaya pergaulan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam di era modern.
Copyrights © 2026