Sektor kemaritiman Indonesia secara konsisten berupaya mengintegrasikan inovasi teknologi informasi guna menciptakan tata kelola kepelabuhanan yang lebih efisien. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses digitalisasi administrasi kapal nelayan lokal melalui implementasi sistem E-Pas Kecil di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik. Fokus utama penelitian ini adalah pada transformasi mekanisme pelayanan publik serta identifikasi manfaat maupun tantangan penerapannya di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi alur pelayanan, wawancara mendalam bersama petugas KSOP dan nelayan lokal pemilik kapal bertonase kotor (Gross Tonnage) kurang dari 7, serta didukung oleh kajian dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan E-Pas Kecil telah mengubah mekanisme pelayanan dari sistem manual yang bergantung pada dokumen fisik, menjadi sistem elektronik yang terstruktur, terintegrasi, dan terdokumentasi secara digital. Transformasi ini berdampak positif dalam meningkatkan keteraturan birokrasi, menjamin akurasi dan keamanan arsip data kapal, serta mempermudah pengawasan administrasi. Bagi pengguna jasa, sistem ini memberikan kemudahan prosedur secara daring dan kepraktisan dokumen berupa kartu tahan air. Di sisi lain, implementasi sistem masih dihadapkan pada tantangan nyata, yakni keterbatasan literasi digital nelayan, kendala stabilitas jaringan internet pesisir, dan budaya pelayanan manual yang masih kuat. Kesimpulannya, digitalisasi E-Pas Kecil di KSOP Kelas II Gresik mencerminkan wujud modernisasi layanan publik yang keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia penggunanya serta keandalan infrastruktur pendukung.
Copyrights © 2026