Articles
INTRODUCTION TO MICROCONTROLLER AND PLC TO IMPROVE MINIMAL COMPETENCY ASSESSMENT LOGIC ABILITY STUDENTS OF SMAN 1 LUMAJANG
Imam Sutrisno;
Isa Rachman;
Rini Indarti;
Irma Rustini;
Edy Prasetyo Hidayat;
Trisnowati Rahayu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12514
The Minimum Competency Assessment is one of the national assessments used in 2021 by the Ministry of Education and Culture to replace the high school level national exam. It focuses on measuring literacy and numeric skills through students' logical abilities and reading comprehension. To trigger an increase in logic skills, SMAN 1 Lumajang students are given additional knowledge outside the curriculum. One of them is through the introduction of microcontrollers and PLCs, namely logic-based programming devices. This activity is also able to increase digital, technological and human literacy competencies in the era of the industrial revolution 4.0 because Microcontrollers and PLCs are widely used in the field of industrial automation. From the implementation of the activity it is known that the results of the participants' quizzes on each subject matter showed very satisfactory results with an average score of 76 and the results of the participants' tests at the end of the lesson also showed satisfactory results with an average score. out of 74. In addition, the results of the participant questionnaire in response to the implementation of the activity showed very good results. With these activities, the microcontroller and PLC can be used as one of the extracurricular activities to improve the competence of SMAN 1 Lumajang students.
PENGARUH PENERAPAN ASAS CABOTAGE DI BIDANG OFFSHORE PADA PT. ORELA BAHARI
Trisnowati Rahayu
JURNAL VENUS Vol 7 No 14 (2019): September
Publisher : PIP Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (416.997 KB)
|
DOI: 10.48192/vns.v7i14.246
Penelitian ini didasari pada permasalahan industri pelayaran nasional yang selama ini dikuasai oleh kapal-kapal asing. Sebelum diterapkan asas cabotage pada tahun 2005 hanya berkisar 6041 armada, setelah pemberlakukan asas cabotage, pada tahun 2017, armada pelayaran nasional menjadi 23.823. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa implementasi Asas Cabotage memberikan pengaruh yang besar terhadap industri pelayaran nasional. industri pelayaran nasional menjadi semakin berkembang. Jumlah perusahaan pelayaran nasional dan kapal nasional semakin bertambah, sehingga seluruh kegiatan bongkar muat di pelabuhan nasional dapat dikuasai oleh perusahaan pelayaran nasional. Penerapan asas cabotage banyak dampak positif yang dirasakan bagi pertumbuhan ekonomi yang dirasakan oleh PT. Orela Bahari pada bidang jasa pengangkutan. Namun demikian potensi dampak negatif juga mengintai jika pemberlakuan asas cabotage tidak disiasati dengan baik, melalui keberadaan pelabuhan yang mampu mengakselarasi pertumbuhan ekonomi dengan menurunkan biaya transportasi serta waktu tunggu di pelabuhan. Peningkatan jumlah kapal angkutan serta peningkatan pangsa muatan bagi perusahaan angkutan laut merupakan suatu dampak yang sangat terasa bagi perusahaan seperti PT. Orela Bahari.
ANALISIS KOMPETENSI KERJA PETUGAS OPERASIONAL PELABUHAN DI AREA PELINDO III DAN PELINDO IV
Trisnowati Rahayu;
Hasiah;
Jumriani
JURNAL VENUS Vol 8 No 1 (2020): Maret
Publisher : PIP Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (514.245 KB)
|
DOI: 10.48192/vns.v8i1.273
Pada penelitian ini, tema yang ingin dikemukakan adalah menganalisis secara menyeluruh sertifikasi kemampuan dan ketrampilan para petugas pelabuhan dan TKBM dalam melaksanakan kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan, sepertidiketahui banyaknya kecelakaan kerja yang kerap terjadi pada para petugas pelabuhan dan TKBM dikarenakan kurangnya ketrampilan dalam menggunakan alat-alat bongkar muat barang & alat-alat keselamatan kerja yang sesuai ditinjau dari aspek kompetensi kerja sesuai standar SKKNI. Serta pentingnya kompetensi petugas operasional pelabuhan dan TKBM di Pelabuhan guna meningkatkan keahlian dan peran buruh pelabuhan dalam persaingan bebas masyarakat ekonomi Asean (MEA) pada saat ini. Berdasarkan fokus penelitian yang telah diuraikan dalam rumusan masalah maka jenis penelitian yang akan digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di lingkungan Pelabuhan Indonesia III Cabang Surabaya (Mewakili wilayah Indonesia bagian Barat) dan Pelabuhan Indonesia IV cabang Makassar (Mewakili wilayah Indonesia bagian Timur. Sedangkan yang termasuk dalam informan penelitian terdiri dari : Informan Utama: para Supervisor, para Foreman, para TKBM di lingkungan Pelabuhan Indonesia III Cabang Surabaya dan Pelabuhan Indonesia IV Cabang Makassar dan informan pendukung adalah Manajer Divisi SDM, Ka. Seksi bimbingan usaha dan jasa kepelabuhanan, Ka. Seksi pengamanan faslitas pelabuhan, Ketua Koperasi TKBM. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui kegiatan wawancara, studi dokumen dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan petugas operasional pelabuhan dan para tenaga kerja bongkar muat pelabuhan di lingkungan PT. PELINDO III dan PT. PELINDO IV sebagian besar belum tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)-Jakarta. Para petugas operasional pelabuhan dan para tenaga kerja bongkar muat pelabuhan masih dibekali dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh Kementrian Tenaga Kerja RI up.masing-masing disnaker di wilayah kerja lingkungan PT. PELINDO III dan PT. PELINDO IV.
Pengaruh Idle Time Terhadap Produktivitas Bongkar-Muat Petikemas di PT. PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA
Trisnowati Rahayu;
Indah Ayu;
Hasiah Hasiah
JURNAL VENUS Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : PIP Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (9300.996 KB)
|
DOI: 10.48192/vns.v9i02.444
Pada penelitian ini di fokuskan pada pengaruh Idle Time terhadap Produktivitas bongkar-muat menjadi perhatian dalam operasional pelabuhan. Idle Time (IT) adalah waktu tidak efektif atau tidak produktif atau terbuang selama Kapal berada di tambatan disebabkan pengaruh cuaca dan peralatan bongkar muat yang rusak. Indikator produktivitas/kinerja bongkar muat dibagi menjadi 2 yaitu: (1) Box Crane Per Hour (BCH) yaitu banyaknya box petikemas yang dilaksanakan oleh satu buah crane dalam waktu satu jam. (2) Box Ship Per Hour (BSH) yaitu banyaknya box petikemas yang mampu dibongkar/muat oleh pihak terminal terhadap satu buah kapal dalam waktu satu jam. Jenis Penelitian jenis penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian menggunakan metode kuantitatif yaitu analisis berdasarkan perhitungan obyektif untuk memecahkan persoalan yang sifatnya dapat diukur, karena penulis mencari pengaruh antara Idle Time (IT) terhadap produktivitas bongkar muat petikemas di Terminal nilam & Mirah PT. Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh idle time terhadap produktivitas bongkar-muat petikemas sebesar -0,346 dengan probabilitas sebesar 0,737, serta menunjukkan bahwa probabilitas > significant alpha (5% atau 0,05). Hal ini berarti dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan Idle time terhadap produktivitas bongkar-muat petikemas di Terminal Petikemas PT. Pelabuhan Tanjung Perak- Surabaya.
Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Taruna Pelayaran
Trisnowati Rahayu;
Eddi Eddi;
Teguh Pribadi;
Maulidiah Rahmawati
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joe.v6i4.5904
Character education has its own uniqueness when applied in the context of shipping cadet education. Sailing cadets are those who are undergoing education to become reliable sailors or sailors. In this profession, it requires not only technical expertise in navigation and ship operations, but also a strong character to face challenges in an often harsh and dangerous maritime environment. Qualitative method with case study is a suitable research approach to investigate the implementation of character education in the formation of shipping cadets. Through this method, research will be conducted in depth to understand how character education is integrated in curriculum and daily practice in specific shipping schools. In this context, research shows that there is a need to strengthen the integration of character education in the cruise education curriculum to ensure that character values and principles are not only taught separately, but also integrated in every aspect of cadet learning and experience. This can be done through the development of more holistic and well-rounded programs, as well as through training for cruise school faculty and staff to understand how to best integrate character education into their teaching. Studies show that cadets consider strong character important in the maritime profession. However, there are variations in their views on the effectiveness of character education in cruise schools. There needs to be stronger integration between character education and technical curriculum, as well as training for shipping school teachers and staff. The findings of this study provide the basis for the development of more effective strategies in improving the integration of character education in cruise schools.
Analisis Faktor-Faktor Penghambat Terbitnya Surat Persetujuan Berlayar (SPB) pada Keberangkatan Kapal MT. Samudra Sindo 38 di PT. Taraka Samudra Sejahtera
Ahmatul Ilmi Abdullah;
Trisnowati Rahayu;
Diyah Purwitasari;
Elly Kusumawati
JURNAL RISET MANAJEMEN (JURMA) Vol 2 No 3 (2024): September : Jurnal Riset Manajemen
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54066/jurma.v2i3.2328
Port clearance is an important document for ships that will sail. However, in practice, the issuance of port clearance often experiences problems and obstacles. This research aims to determine inhibiting factors, as well as efforts to optimize the issuance of SPB or port clearance. This research uses a qualitative research method with a descriptive data analysis technique using the fishbone method, and data collection techniques through interviews, documentation, and observations as research data. Referring to the research results, it shows that factors such as negligence in monitoring ship documents and ineffective communication cause delays in the SPB verification and issuance process, which have an impact on delayed ship departure schedules and increased operational costs. Efforts that can be made to mitigate the consequences of the delay in the departure of MT. Samudra Sindo 38 are efforts to improve ship document monitoring and improve internal and external communication to help optimize the SPB issuance process. Thus, these steps are expected to improve the efficiency and effectiveness of SPB issuance at PT. Taraka Samudera Sejahtera.
Penanganan Kerusakan Clinker Berbasis Risiko Saat Pemuatan yang Dilakukan oleh Tenaga Bongkar Muat PT. Varia Usaha Bahari di Terminal Khusus PT. Semen Indonesia Tuban
Agil Fadila;
Trisnowati Rahayu;
Diyah Purwitasari
Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia Vol 2 No 4 (2024): November : Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jubpi.v2i4.3311
The problem of clinker damage during the loading process, many problems that arise cannot be separated from several natural factors and errors in procedures during the loading and unloading process. The aim of this research is to determine the impact, causes and efforts to prevent clinker damage during loading activities at the PT Special Terminal. Semen Indonesia Tuban. The research method used is a qualitative descriptive research method. This research was carried out at PT. Varia Usaha Bahri Tuban branch. The techniques used in collecting data are through observation, interviews and documentation. The results of this research are that the occurrence of clinker damage is the fault of the loading and unloading workers (TKBM) in maintaining the cleanliness of organic and inorganic waste in the stacking yard area and the foreman must carry out weather observations.
Building a Cultural Model of Excellent Service at the Polytechnic Pelayaran Surabaya in welcoming the era of Society 5.0
Rahayu, Trisnowati;
Dahri, Muhammad;
Nugraha, Bugi
International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Том 2 № 01 (2024): International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science
Publisher : PT. Riset Press International
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59653/ijmars.v2i01.362
Polytechnic Pelayaran Surabaya (POLTEKPEL) in 2019, As part of government services that have successfully gained recognition as a Zone of Integrity Free from Corruption (WBK), this agency continues to take steps to achieve the title of Clean and Serving Bureaucratic Area (WBBM), in accordance with the concepts of bureaucratic reform and good governance. After experiencing a period of becoming a WBK predicate from 2019 to mid-2023, Surabaya Poltekpel continues to develop and create new innovations so that it can achieve the WBBM title and build a culture of excellent service in welcoming the era of Society 5.0.The type of research used in this study is Mixed methods research, This research adopts a Mixed Methods Research approach that combines quantitative and qualitative methods in the process of data collection and analysis. This approach provides assumptions that make it possible to direct how to obtain data from both types of approaches. The results showed that there was a change in the mindset of public services towards the era of Society 5.0, Public services by utilizing technology that can improve the quality and efficiency of services provided.in the Surabaya Poltekpel institution environment has been implemented E-OFFICE, Innovative Service: by developing innovation in providing better and more effective services, and the existence of data-based services and information openness so that it is necessary to create a model to build a culture of excellent service at the Surabaya Shipping Polytechnic, in welcoming the era of Society 5.0
ANALISIS RISIKO KEGIATAN BONGKAR MUAT METHANOL DENGAN METODE HAZOP ANALYSIS PADA PELABUHAN CPO KABIL BATAM
Ramadan, Khairul;
Aini R, Rizqi;
Yanti M. , Dwi;
Rahayu, Trisnowati
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 11 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecelakaan kerja adalah insiden atau kejadian yang tidak diduga dan tidak diinginkan karena dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Kecelakaan kerja juga dapat menyebabkan cedera fisik. Sebagai upaya Untuk mengurangi dan mengendalikan kecelakaan kerja, dengan menerapkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab untuk seluruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan agar dapat mengurangi risiko kecelakaan pada saat kegiatan bongkar muat. Untuk mengurangi risiko yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja, dibutuhkan aktivitas manajemen risiko yang mencakup identifikasi bahaya, analisis potensi bahaya, penilaian risiko, manajemen risiko serta pengawasan dan penilaian. Metode analisis hazop digunakan untuk menemukan kecelakaan kerja saat bongkar muat. Dari data yang telah dikumpukan dari penelitian yang dilakukan, nilai risiko tertinggi ditemukan pada kegiatan (9) tangga tinggi dan curam dengan risk level 17,26 dalam situasi di mana tingkat risiko yang didapatkan tinggi dan tidak dapat diterima, waktu penanggulangannya untuk mengurangi risiko dan menghindari diabaikan adalah 24 jam. Hazard yang terdapat pada tangga tinggi dan curam adalah dapat terjatuh dari ketinggian. Dan untuk nilai risiko terendah ada pada pernyataan (2) terpapar sinar matahari dengan risk level 9,75 tingkat risiko yang didapatkan yaitu rendah dengan risiko yang dapat terjadi yaitu mudah kelelahan dan dehidrasi. Dalam waktu 14 hari, pengendalian risiko dilakukan untuk mengurangi risiko sehingga dapat diabaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada banyak analisis risiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi selama proses bongkar muat. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kelancaran dan keselamatan kerja, perlu dilakukan lebih banyak upaya. Kegiatan bongkar muat dilakukan dengan baik dan teratur berkat pengendalian dan pencegahan risiko yang dilakukan oleh pekerja.