Stunting adalah suatu gangguan kesehatan yang sering terjadi dan dialami oleh kelompok anak balita (bayi di bawah lima tahun) sebagaiman tubuhnya mengalami keterlambatan tumbuh yang dapat dillihat dari ukuran tinggi badan yang biasanya ukuran tinggi anak menderita stunting berada dibawah rata-rata dari anak sesusianya. Menurut data SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) mencapai 27,2 % telah melampaui rata-rata nasional. Provinsi dengan prevalensi tertinggi kasus stunting di Indonesia di pinpin oleh papua tengah (39,2%). Di tahun 2023 Kabupaten Donggala, prevalensi stunting sebesar 20.5%, kasus tertingginya berada di Puskesmas syekh ahmad pue lasadindi toaya sebesar 32,5%. Tujuannya Untuk Mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Toaya. Metode digunakan ialah kuantitatif ditambah desain cross sectional. Populasi yakni 544 orang sampelnya 84 orang dipilih dengan tenknik spontanitas (accidental sampling). Data primer berasal dari kuisioner juga proses wawancara secara lansung, penggunaan metode univariat dan bivariate serta uji chi-square dalam mengaalisi data (α<0,05). Hasil uji statistik menyatakan ada hubungan korelasi variabel pemberian ASI Eksklusif (nilai p=0,000) dan pengetahuan ibu (nilai p=0,032) pada kejadian stunting. Sementara itu, variabel penyakit infeksi tidak mempunyai hubungan dengan kejadian stunting pada balita (nilai p=0,691). Kepada petugas kesehatan diharapkan dapat mengtasi masalah stunting pada balita, dan dapat memberikan edukasi yang lebih intens kepada masyarakat tentang pencegahan stunting pada anak, sehingga dapat membenatu mengurangi kasus stunting dan mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat.
Copyrights © 2026